Gubernur NTB Minta Gerak Cepat Tangani Korban Banjir 

PENANGANAN BANJIR : Proses penanganan Banjir di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas serta Dinas Kesehatan untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa malam (13/1)

“Penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat mengingat kondisi banjir yang belum surut,”katanya, Senin 14/1.

Pemerintah provinsi NTB juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar mendesak bagi warga terdampak, seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak. “Harus di pastikan semua terpenuhi,” ucapnya.

Juru Bicara Pemprov NTB,  Ahsanul Khalik yang juga Kepala Dinas Kominfotik menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan terbaru dari BPBD NTB, terdapat satu orang korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat.

“Korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR, berusia 69 tahun, yang berasal dari Sekotong,” ungkapnnya.

Dia mengaku, koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.

Di Lombok Barat, banjir terjadi di Kecamatan Sekotong, Desa Persiapan Pengantap, dengan dampak 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak, dan kondisi banjir dilaporkan belum surut. Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta update lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 WITA, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir dan sampai saat ini.

BPBD NTB, dinas Sosial NTB, Baznas juga terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *