MATARAM (NTBNOW.CO) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi NTB Tahun 2026 terus melakukan pengecekan langsung stok, mutu, dan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di sejumlah pasar di Kota Mataram.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten kota di NTB terutama dipicu oleh lonjakan harga cabai rawit dan daging ayam ras dan beberapa komoditas protein hewani.
Kenaikan IPH tertinggi terjadi pada Minggu kedua Februari, Kabupaten Lombok Timur 7,30 persen menduduki posisi pertama atas kenaikan IPH, disusul Kabupaten Lombok Barat, 4,55 persen, Kabupaten Lombok Tengah 3,71 persen, Kabupaten Lombok Utara 1,82 persen. Kabupaten Bima 0,14 persen, Kabupaten Dompu -0,03 persen, dan Kabupaten Sumbawa Barat: 0,57.
Direktur Reskrimsus Polda NTB FX Endriadi menyatakan, komoditas cabai rawit, daging ayam ras dan protein hewani menjadi antisipasi kenaikan harga pangan NTB menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Ada tiga yang menjadi antisipasi kita, yakni cabai merah, cabai rawit, kemudian daging sapi dan ayam ras,” katanya, kepada NTBnow, Kamis 5/3.
Dia menyebutkan, di pasar terpantau harga daging sapi mencapai Rp 140 hingga 150 ribu perkilogram, untuk daging ayam ras saat ini menginjak harga Rp 45 ribu perkilogram, yang semula berada di kisaran Rp 40 ribu perkilogram. Sedangkan harga cabai rawit merah Rp 90 ribu perkilogram.
“Harga tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), karena itu kami terus mengupayakan harga-harga kebutuhan tersebut tidak melonjak lagi menjelang lebaran,” ujarnya.
Antisipasi yang dilakukan Satgas NTB untuk menekan harga tersebut yakni rutin operasi pasar dan stabilisasi harga, penguatan distribusi antar wilayah, sidak dan pengawasan rantai pasok, dan kerja sama antar daerah penghasil komuditas untuk menjamin kelancaran pasokan.
Untuk protein hewani, pihaknya meminta seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tidak menaikkan harga daging sapi, guna menjaga stabilitas pangan nasional menjelang Idulfitri 2026 secara adil dan merata.
Selanjutnya mengoptimalkan pasokan dari Pulau Sumbawa sebagai daerah penyangga produksi untuk menopang kebutuhan Pulau Lombok, guna menjaga keseimbangan suplai dan permintaan.
“Intinya RPH jangan sampai menaikkan harga daging sapi meski permintaan meningkat,” tekan Endriadi.
Untuk tekan harga Ayam Ras pedaging, pihaknya akan segara rapat koordinasi dengan Forkopimda terkait dan perusahaan peternakan ayam untuk segara bertindak. “Hari ini (Kamis) kami akan rapat koordinasi dengan Pemprov NTB untuk bagaimana supaya ayam ras itu tidak naik lagi apalagi menjelang idul fitri,” ungkapnnya.
Sedangkan untuk komoditas cabai rawit, satgas pangan NTB mendatangkan cabai rawit dari Enrekang. “Untuk harga komoditas cabai kami Satgas Saber itu minggu lalu sudah mendatagkan 1,118 kilogram atau 1,2 ton cabai dari Enrekang, dan itu lansung didistribusikan ke pengecer,” tutur Endriadi.
Dia juga memastikan, untuk bahan pokok lainya seperti minyak, gula, beras, telur dan lainya dipastikan aman hingga idul fitri.” Kalau harga bahan pokok lain masih Kategori aman dan normal,” imbuhnya. (can)
Keterangan Foto:
Direktur Reskrimsus Polda NTB FX Endriadi. (susan/ntbnow.co)








