Kasus  

Pria Asal Lombok Timur Meninggal Dunia, Polisi Amankan Sembilan Orang untuk Diperiksa

Ilustrasi pengeroyokan. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO) – Seorang pria berusia 51 tahun asal Lombok Timur dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah homestay di kawasan Suranadi, Kecamatan Narmada, Senin (30/3).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, membenarkan bahwa kasus tersebut saat ini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.

“Sejauh ini, kami telah mengamankan sembilan orang untuk dimintai keterangan. Statusnya masih sebagai terduga dan saksi,” ujarnya, Rabu (1/4).

Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah Polsek Kopang menerima laporan dari pihak Puskesmas Kopang terkait seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polsek Narmada, diketahui bahwa kejadian diduga bermula di wilayah Suranadi.

Dari penyelidikan awal, korban diketahui sebelumnya bertemu dengan seorang perempuan berusia 17 tahun asal Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Keduanya kemudian masuk ke salah satu kamar homestay di kawasan tersebut.

Namun, tidak lama kemudian, sejumlah orang mendatangi lokasi dan mendobrak pintu kamar. Polisi menduga terjadi tindak kekerasan terhadap korban di dalam kamar tersebut.

Selanjutnya, korban dibawa menggunakan kendaraan menuju arah Lombok Timur. Dalam perjalanan, korban kemudian diturunkan di Puskesmas Kopang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh petugas medis.

“Pihak Puskesmas kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kopang,” kata AKP I Made Dharma.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap kronologi lengkap serta motif kejadian, termasuk peran masing-masing pihak yang telah diamankan. Jenazah korban juga telah menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara.

Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami masih terus melakukan penyelidikan,” tutupnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *