MATARAM (NTBNOW.CO)–Puluhan Pungurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030 resmi dilantik. Pelantikan digelar Minggu 5/4 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.
Ketua Federasi Orado NTB, I Putu Dedy Saputra mengatakan Orado merupakan cabang olahraga yang baru dideklarasikan pada awal Januari 2026 di Jakarta.
“Kami hari ini sudah resmi dibentuk dan dilantik, sehingga pengurus di NTB siap untuk membawa perubahan seperti memunculkan atlit- atlit domino profesional,” kata Ketua Federasi Orado NTB, I Putu Dedy Saputra usai pelantikan.
Menurutnya, Domino adalah fondasi awal untuk membawa domino lepas dari stigma negatif menjadi cabang olahraga prestasi yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kami saat ini (Domino) bagian dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), kedepan kami kejar untuk bernaung di bawah KONI,” ujarnya.
Dia menyebut, untuk berada dibawah naungan KONI, pihaknya harus memenuhi beberapa syarat seperti pelatihan wasit, sosilalisasi, hingga struktur pengurus resmi (Pengprov/Pengcab) dan telah aktif melakukan pembinaan dan sebagainya.
“Kemarin kita sudah menggelar pelatihan wasit yang mentornya dari pengurus besar Orado pusat, hari ini kita sudah pelantikan pengurus resmi jadi selajutnya nanti kami berencana untuk menggelar kejuaraan dan lainnya,” ungkapnnya.
Pengurus Besar, ketua bidang tekhnik dan wasit Isra Prasetya Idris mengungkapkan sebelum pelantikan kepengurusan Federasi Orado pihaknya melakukan Training of referee (pelatihan wasit) yang tujuannya untuk menyiapkan wasit yang profesional.
“Setelah itu baru pengurus cabang, Provinsi mengadakan kejuaraan baik di tingkat cabang, Provinsi dan kejuaraan nasional (kejuaraan nasional),” ungkapnnya.
Dia mengaku, permainan domino adalah olahraga mengasah otak yang membutuhkan, memperkuat memori, skil, fokus, trik, startegi dan lainya. “Wadahnya adalah Orado, dan kami siap melahirkan atlit-atlit profesional,” tuturnya.
Dia juga menegaskan, Domino olahraga prestasi yang mengandalkan strategi, bukan perjudian. Melalui standarisasi kompetisi di tingkat kabupaten hingga nasional, pihaknya ingin menghapus stereotip negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.
“Ini tergantung sudut padang, Fatwa MUI kan yang jelas halal, ini olah raga yang serius, intinya kita menyiapkan atlit melalui kejuaraan yang berjenjang, dari Pencap, Pengprov, Kejurnas,” tegas Isra
Dia berharap, olahraga Domino mengubah citra domino dari permainan tradisional atau gaple menjadi cabang olahraga prestasi yang profesional, terstruktur, dan bergengsi.
“Olahraga Domino bisa menciptakan ekosistem permainan yang profesional dan bernilai ekonomi dan memunculkan atlit-atlit yang kompeten,” pungkasnya. (can)












