Optimalisasi Pelayanan Pelabuhan Pemenang, Kadis Perhubungan HL Faozal Siapkan Langkah Penataan

LOMBOK UTARA (NTBNOW.CO) – Kepala Dinas Perhubungan (Kadis Perhubungan) NTB, HL Faozal, menyoroti sejumlah permasalahan di Pelabuhan Bangsal yang memerlukan penataan segera.

Beberapa isu utama yang menjadi perhatian meliputi keberadaan orang yang tidak berkepentingan di area pelabuhan, alur keluar-masuk penumpang dan kendaraan yang belum tertata, serta pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertib, sehingga mengganggu sirkulasi lalu lintas.

Selain itu, aktivitas bongkar muat barang yang tidak sesuai tempat dan waktu juga menjadi kendala dalam kelancaran operasional pelabuhan. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait akan melakukan langkah-langkah optimalisasi pelayanan. Di antaranya pembatasan akses bagi orang yang tidak berkepentingan di area pelabuhan, penataan dan penertiban pedagang kaki lima agar tidak menghambat lalu lintas kendaraan dan penumpang, serta koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memperketat pengamanan dan pemanfaatan ruang tunggu.

Upaya lainnya mencakup penyediaan fasilitas yang lebih nyaman seperti ruang tunggu ber-AC dan toilet yang bersih, pendataan petugas resmi yang berkepentingan di pelabuhan dan pemberian kartu identitas (ID) guna mengontrol akses keluar-masuk, serta penataan lokasi khusus untuk kegiatan bongkar muat barang agar tidak mengganggu pergerakan penumpang. Peningkatan sistem penerangan di area pelabuhan juga menjadi perhatian, termasuk pemisahan jalur angkutan orang dan barang untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

“Namun kami tetap meminta masukan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan pelayanan kenyamanan wisatawan di Pelabuhan Pemenang,” kata Faozal saat memimpin rapat optimalisasi pelayanan Pelabuhan Pemenang, Lombok Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE., MM., juga menerima banyak keluhan terkait kondisi Pelabuhan Bangsal. Ia menekankan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan, terutama dalam hal penataan parkir yang saat ini sempit dan mempengaruhi pelayanan penumpang.

“Terkait penataan parkir ini perlu segera ditindaklanjuti. Sebaiknya ada lokasi parkir sebelum masuk ke pelabuhan agar arus kendaraan lebih tertata,” ujar Denda Dewi.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya regulasi yang jelas sebelum melakukan penertiban, seperti penggunaan kartu akses (kartu pas) bagi pihak yang berkepentingan, serta pemisahan jalur masuk dan keluar untuk mempermudah mobilitas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelayanan di Pelabuhan Bangsal menjadi lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan serta masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui pelabuhan ini.

Sementara itu, Abdus Syukur mewakili Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan di Pelabuhan Pemenang, Lombok Utara. Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari tugas BPPD dalam meningkatkan citra pariwisata NTB, mendorong kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, serta melakukan riset terkait perilaku wisatawan.

BPPD menekankan pentingnya memperkuat keamanan di kawasan pelabuhan dengan meningkatkan patroli, menyediakan fasilitas umum yang memadai, serta memastikan kebersihan lingkungan. Keamanan yang terjaga akan memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang datang maupun pergi melalui Pelabuhan Pemenang.

Selain itu, BPPD juga mengusulkan program pelatihan dan edukasi bagi pelaku industri pariwisata. Pelatihan ini mencakup standar pelayanan, protokol keselamatan, serta penanganan keadaan darurat guna meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Lombok Utara.

Penerapan pariwisata berkelanjutan juga menjadi perhatian utama. BPPD menilai bahwa praktik pariwisata yang ramah lingkungan dapat menjaga kelestarian alam dan meningkatkan daya tarik destinasi, terutama bagi wisatawan yang peduli terhadap isu lingkungan.

Untuk mewujudkan semua ini, diperlukan kolaborasi dan kemitraan antara instansi pemerintah, sektor swasta, serta komunitas lokal. Sinergi ini bertujuan untuk mengembangkan program-program yang mendukung keselamatan dan kenyamanan wisatawan, termasuk penyediaan informasi wisata yang akurat serta layanan darurat yang cepat dan responsif.

Sementara Ketua HPI, Lalu Fatwir Uzali dan Ketua ASSPI Badrun menyoroti masih banyanya masalah dari tidak tertibnya parkir kendaraan, porter yang kurang bersahabat.  “Untuk kenyamanan dan pelayanan kepada pengguna pelabuhan dan wisatawan yang akan menikmati tiga Gili, Trawangan, Meno dan Gili Air, perlu dibenahi segera,” kata Badrun.

Di akhir rapat Kadishub menginstruksikan kepada Sekdis, Kabid dan pengelola pelabuhan Pemenang untuk menuntaskan semua masalah yang dikeluhkan para pelaku wisata dan wisatawan di Pelabuhan Pemenang itu secepat mungkin. Seperti parkir, akses masuk, memaksimalkan fungsi terminal, kebersihan, porter, penerangan dan sarana angkutan lainnya.

Kadis Faozal juga meminta BPPD untuk ikut terlibat terutama dalam peningkatkan kapasitas dan kualitas SDM di sektor pariwisata.

“Puasa jangan dijadikan alasan, kita harus tetap kerja menyelesaikan masalah (Pelabuhan Pemenang) itu,” kata Faozal. (red)

Ketenangan Foto:

Susana rapat Optimalisasi Pelayanan Pelabuhan Pemenang di Kantor Dinas Perhubungan NTB. (red)