News  

Awal Tahun, BRIDA NTB Gelar FGD AMDAL dan Strategi Atasi Kemiskinan Struktural

BRIDA NTB. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal tahun untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan struktural dan peningkatan status sosial masyarakat perdesaan di NTB.

FGD yang berlangsung di Mataram, Kamis (8/1), mengangkat dua tema utama, yakni review Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) BRIDA Provinsi NTB 2025–2029 serta intervensi sosial berbasis komunitas dalam mengatasi kemiskinan struktural dan meningkatkan status sosial di kawasan perdesaan NTB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, serta tim peneliti yang bermitra dengan BRIDA NTB.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam pemaparannya menyampaikan gambaran umum kondisi sosial dan pembangunan di NTB, termasuk berbagai tantangan yang masih dihadapi. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peneliti dan peserta FGD.

Dalam sesi review AMDAL, perwakilan tim peneliti Abdul Latif menjelaskan bahwa perubahan fungsi kawasan Science, Technology, and Industrial Park (STIP) Provinsi NTB menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB tidak menimbulkan dampak lingkungan penting yang baru.

“Aktivitas BRIDA NTB bersifat non-polutif dengan skala kegiatan yang lebih kecil, sehingga sebagai kawasan budidaya tidak memerlukan penyusunan dokumen AMDAL baru,” jelasnya.

Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan isu kemiskinan di NTB yang dinilai masih menjadi persoalan serius, terutama akibat ketimpangan antarwilayah. Dalam kesempatan tersebut, Suhal Anan dari tim peneliti menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan, termasuk pentingnya intervensi sosial berbasis komunitas dan penguatan modal sosial.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai efektif untuk mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan ketahanan sosial di Nusa Tenggara Barat. (jho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *