MATARAM — Ruas jalan provinsi Penujak–Montong Ajan di Kabupaten Lombok Tengah hingga kini belum masuk dalam masuk menjadi skala prioritas penanganan
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), padahal kondisinya mengalami kerusakan cukup parah. Sampai saat ini belum ada intervensi DPUPRPKP NTB.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP NTB, Rijali Amin, menegaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan. Namun, realisasi penanganan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Yang jelas semua jalan yang rusak kita prioritaskan penanganannya. Tetapi kita masih menunggu anggaran yang turun di Bina Marga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Jalan Pulau Lombok, Kusnadi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil turun lapangan tahun lalu, panjang ruas jalan Penujak–Montong Ajan mencapai 22,3 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 8 kilometer berada dalam kondisi rusak parah.
Menurutnya, penanganan jalan dibagi berdasarkan tingkat kerusakan. Untuk kerusakan ringan, penanganan dilakukan oleh Balai Jalan melalui pekerjaan tambal sulam (patching). Sedangkan untuk kerusakan sedang hingga berat, termasuk pelebaran jalan, menjadi kewenangan Bidang Bina Marga.
“Rusak ringan ditangani oleh balai jalan melalui patching. Sedangkan untuk rusak sedang dan berat serta pelebaran jalan ditangani oleh Bidang Bina Marga,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ilham Ardiansyah, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama dalam penentuan prioritas pembangunan. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan berbagai dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) untuk sejumlah ruas jalan.
“Insya Allah teman-teman Bina Marga sudah memahami skala prioritas ruas jalan yang perlu segera ditangani. Dengan anggaran yang terbatas, kita lakukan secara bertahap, dimulai dari penyusunan DED,” katanya.
Ia menambahkan, ketika anggaran telah tersedia, ruas jalan yang sudah memiliki DED dapat langsung masuk tahap lelang fisik tanpa perlu menunggu proses perencanaan ulang.
“Saat ini sudah banyak stok desain (DED) yang disiapkan untuk ruas-ruas prioritas. Jadi ketika ada kelonggaran anggaran, bisa langsung kita lelang untuk pekerjaan fisiknya,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi NTB berharap ketersediaan anggaran ke depan dapat mempercepat penanganan ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan, termasuk Penujak–Montong Ajan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, tokoh masyarakat selatan Lombok Tengah, Hamdi Jahrin mengatakan ruas jalan itu menjadi salah satu jalan yang sering dilalui wisatawan mancanegara. Sebab ruas tersebut menghubungkan langsung menuju destinasi wisata Torok Aik Belek.
“Kita berharap ini diatensi serius dinas PU. Ini jalan pariwisata. Jangan sampai ada anggapan jalan provinsi serasa jalan desa,” ujar Hamdi. (jho)












