Pesona Khazanah Ramadhan NTB, Harmoni Ibadah, Wisata Halal, dan Geliat Ekonomi

MATARAM (NTBNOW.CO) – Pesona Khazanah Ramadhan kembali digelar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, menghadirkan berbagai kegiatan religi dan ekonomi yang mendukung branding NTB sebagai destinasi wisata halal. Acara ini masuk dalam Calendar of Event Provinsi NTB dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk BUMN dan BUMD.

Rapat Pesona Khazanah Ramadhan yang dibuka Asisten Dua, Dr Fathul Ghani ini dihadiri para kepala dinas, perbankan dan pelaku bisnis pariwisata. Hadir juga ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, Sekrertaris HL Fatwir dan dua anggota Badrun dan Abdus Syukur.

Sekda NTB, Lalu Gita Aryadi, menekankan Pesona Khazanah Ramadhan menjadi ajang memperkuat siar Islam serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM. “Kami ingin memastikan para pedagang kecil dan UMKM dapat tersenyum di bulan Ramadhan ini dengan adanya event yang menarik dan mendatangkan banyak pengunjung,” ujarnya.

Pesona Khazanah Ramadhan menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa Islami, seperti seminar, bedah buku, dan kajian keislaman.

Panitia juga mendatangkan imam besar dari Timur Tengah, termasuk Syech Mohammad Mkaoui (Imam Masjid Idris Casablanca, Maroko), Syech Mohamed Salem Amer (Mesir, Kairo), dan Syech dari Turki.

“Kami ingin memberikan pengalaman ibadah yang lebih mendalam bagi masyarakat. Dengan kehadiran imam dari Timur Tengah, suasana ibadah di Islamic Center NTB akan terasa seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ujar Karo Kesra NTB, Sahnan.

Selain itu, berbagai lomba Islami turut memeriahkan acara, seperti lomba azan, tilawah, kaligrafi, serta perlombaan pembuatan mushaf Al-Qur’an yang akan digelar pada 17 Ramadhan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Kadispar NTB, Jamaluddin Malady, menambahkan bahwa event ini tidak hanya meningkatkan spiritualitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada ekonomi daerah. “Pesona Khazanah Ramadhan berlangsung selama 20 hari dengan lebih dari 90 UMKM dan 45 stand yang berpartisipasi. Perputaran ekonomi dari acara ini diperkirakan mencapai Rp 3 miliar,” jelasnya.

Beberapa program unggulan yang mendukung ekonomi masyarakat antara lain pasar murah, bazar UMKM dan kuliner dengan aneka produk lokal, stand khusus untuk tenun khas NTB, serta pedagang kaki lima yang diakomodasi untuk meramaikan kawasan Islamic Center. Selain itu, pengusaha travel umrah juga dilibatkan dalam acara ini sebagai bagian dari sosialisasi layanan ibadah umrah.

Untuk semakin menyemarakkan bulan suci, Pemprov NTB juga mengeluarkan inisiatif “Surat Cinta Ramadhan”, yakni ajakan bagi instansi dan masyarakat untuk berbagi takjil di Masjid Hubbul Wathan.

“Kami ingin Pesona Khazanah Ramadhan menjadi momentum bagi semua pihak untuk meningkatkan amal ibadah, memperkuat ukhuwah, dan memajukan ekonomi masyarakat,” pungkas Lalu Gita Aryadi.

Sedang dari Bank NTB Syariah Kasri menyampaikan kabar menarik pada rapat khazanah Ramadhan akan mengundi 30 paket umrah.

Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh siap mendukung dan berharap pengunjung lebih banyak dari pesona ramadhan dari sebelumnya. Untuk itu, Sahlan menyarankan pihak panitia untuk melibatkan media dan promosi yang lebih masif.

Ketua BPPD juga menyarankan agar panitia khazanah Ramadhan untuk mengikutkan industri hotel yang untuk membuka standnya. “Kami juga usulkan ada siraman rohani dari ulama nasional,” katanya.

Pesona Khazanah Ramadhan 2025 diharapkan menjadi event yang tidak hanya menghidupkan suasana Ramadhan di NTB, tetapi juga menarik minat wisatawan muslim dari berbagai daerah. (red)

Keterangan Foto:

Sekda NTB, HL Gita Ariadi (dua dari kanan) memimpin rapat Pesona Khazanah Ramadhan. Ketua BPPD dan anggota hadiri rapat. (red)