Tausiah MUI Menyambut Idul Fitri 1446 H

JAKARTA (NTBNOW.CO)– Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk merenungkan makna ampunan dan ketakwaan sebagaimana yang termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 133-135:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran [3]: 133-135).

Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dengan Ketakwaan

Ayat ini menegaskan bahwa ampunan Allah adalah anugerah bagi mereka yang bertakwa, berinfak dalam segala kondisi, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan sesama. Inilah esensi dari Idul Fitri—kembali kepada fitrah dengan jiwa yang bersih dan hati yang lapang.

Menjelang Idul Fitri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah sebagai pedoman dalam merayakan hari suci ini dengan penuh keberkahan dan sesuai ajaran Islam. Beberapa poin penting yang perlu direnungkan dalam menyambut Idul Fitri tahun ini, antara lain:

1. Mempertahankan Nilai-nilai Ramadhan

Ramadhan adalah sekolah pembentukan karakter. Umat Islam didorong untuk terus menjaga nilai-nilai kesederhanaan, kedermawanan, serta menghindari perilaku hedonisme dan pemborosan. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, sifat dermawan dan kepedulian sosial merupakan ciri utama orang-orang bertakwa yang dijanjikan surga.

2. Menjaga Keselamatan dan Ketertiban Saat Mudik

Mudik lebaran adalah tradisi yang menjadi bagian dari budaya umat Islam di Indonesia. Pemerintah dan penyedia layanan transportasi wajib menjamin kelancaran perjalanan dengan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia, perempuan, anak-anak, dan difabel. Pemudik juga harus disiplin dalam berlalu lintas dan mematuhi aturan, mencerminkan akhlak Islami di jalan raya.

3. Kewajiban Menunaikan Zakat dan Berbagi Kepada Sesama

Zakat fitrah dan zakat mal merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum Idul Fitri. MUI mengimbau agar umat Islam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau lembaga amil zakat terpercaya. Hal ini sejalan dengan perintah Allah untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sebagaimana dalam ayat, “orang-orang yang berinfak di waktu lapang maupun sempit.”

4. Menyemarakkan Malam Takbiran dengan Tertib dan Penuh Syiar

Malam Idul Fitri adalah waktu untuk bertakbir dengan penuh syukur. Umat Islam dianjurkan untuk menyemarakkan malam takbiran di masjid, mushalla, dan rumah-rumah dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

5. Mengoptimalkan Ekonomi Umat Selama Lebaran

Idul Fitri tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga momen kebangkitan ekonomi umat. Masjid dan mushalla di jalur mudik dapat berfungsi sebagai pusat ekonomi kreatif, menyediakan layanan istirahat bagi pemudik, serta mengembangkan wisata religi dan kuliner khas daerah.

6. Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Global

Hari raya adalah saat yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Lebih dari itu, umat Islam juga diajak untuk mendoakan dan membantu saudara-saudara yang sedang mengalami penderitaan akibat konflik, seperti di Palestina, Rohingya, dan daerah lain yang membutuhkan uluran tangan.

Kesimpulan: Menjadikan Idul Fitri Sebagai Momen Transformasi Diri

Tausiyah ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita kembali kepada Allah dengan jiwa yang lebih bersih dan hati yang lebih lapang. Allah telah menjanjikan ampunan dan surga bagi mereka yang bertakwa, yang selalu mengingat-Nya, dan yang senantiasa berbuat baik kepada sesama.

Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mengampuni dosa-dosa kita. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidin wal faizin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, semoga kita selalu dalam lindungan dan keberkahan-Nya.

Tausiah MUI dalam rangka menyambut Idul Fitri 1446 H ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH M Anwar Iskandar dan Sekjen H Amirsyah Tambunan. (red)

Keterangan Foto:

Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi Jakarta Pusat (Foto: Dok. Humas MUI)