MATARAM (NTBNOW.CO)— Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana terus mematangkan persiapan menghadapi tahap akhir penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026. Ia menjadi satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang lolos sebagai nominator dan akan mempresentasikan karya budaya di hadapan dewan juri nasional.
Sebagai bagian dari persiapan, Wali Kota Mataram mengundang jajaran Pengurus PWI NTB bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram untuk menyatukan persepsi dan memperkuat materi presentasi. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Tamu Kantor Wali Kota Mataram, Senin (5/1/2025).
Mohan menegaskan kesiapannya menghadapi presentasi yang dijadwalkan berlangsung di Kantor PWI Pusat, Jakarta, pada 8–9 Januari 2026. Menurutnya, kualitas dewan juri yang merupakan pakar nasional menuntut persiapan yang matang dan terukur.
“Karena para juri adalah kaliber nasional, saya perlu berdiskusi dan berbagi pandangan dengan PWI NTB agar presentasi bisa maksimal. Insya Allah, pertemuan ini semakin memantapkan kesiapan kami,” ujar Mohan.
Usung Gerbang Sangkareang sebagai Karya Budaya Ikonik
Pemerintah Kota Mataram mengusung Gerbang Sangkareang sebagai karya budaya dalam proposal Anugerah Kebudayaan PWI 2026. Gerbang ini merupakan karya arsitektur yang merepresentasikan identitas, dinamika budaya, serta komitmen pembangunan ruang publik berkarakter di Kota Mataram.
Mohan menjelaskan, Gerbang Sangkareang memadukan nilai tradisi masyarakat Sasak dengan pendekatan arsitektur modern. Konsep utamanya adalah lumbung kehidupan, simbol agraris masyarakat Sasak yang mencerminkan kesejahteraan, ketahanan, dan kebersamaan.
“Motif lumbung yang dikemas secara kontemporer menjadikan Gerbang Sangkareang bukan sekadar penanda ruang, tetapi juga penanda makna kota,” jelasnya.
Lebih jauh, Gerbang Sangkareang turut mendorong ekosistem kreatif, mulai dari lahirnya batik khas, kriya logam, desain ruang publik, identitas visual kota, hingga penguatan UMKM dan industri fesyen. Inisiatif ini dinilai berdampak langsung terhadap dinamika budaya dan ekonomi lokal.
Inspirasi bagi Daerah Lain
Keberadaan Gerbang Sangkareang juga menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi konsep serupa. Salah satunya adalah Kota Bima, yang telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Mataram untuk menerapkan konsep tersebut pada pembangunan Alun-alun Kota Bima.
“Alhamdulillah, Pak Wali Kota Bima sudah berkomunikasi dan meminta izin untuk mengadaptasi konsep Gerbang Sangkareang,” ungkap Mohan.
PWI NTB Siap Dukung Penuh
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliludin, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung penuh Wali Kota Mataram dalam tahapan penilaian akhir Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.
“Kami siap berkolaborasi dan membantu agar Wali Kota Mataram memperoleh hasil terbaik di Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026,” kata Iklil didampingi Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa.
Penghargaan Diserahkan pada HPN 2026
Sebelumnya, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan bahwa penghargaan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten, 9 Februari 2026.
Sepuluh kepala daerah terpilih merupakan hasil penilaian mendalam dewan juri terhadap proposal, video pendukung, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan, hingga dokumentasi foto.
Tiga wali kota yang lolos yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Sementara tujuh lainnya berasal dari kalangan bupati berbagai daerah di Indonesia.
Presentasi akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi silaturahmi dan pengundian nomor urut, sedangkan hari kedua fokus pada presentasi dan pendalaman materi oleh dewan juri yang menilai penguasaan substansi, teknik penyajian, serta penggunaan media pendukung. (**)












