MATARAM (NTBNOW.CO) – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB melaporkan capaian kegiatan tahun 2024 serta rencana promosi tahun 2025 kepada Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H.L. Gita Ariadi, M.Si, di ruang kerja Sekda NTB.
Dalam pertemuan ini, BPPD juga mengajukan permintaan dukungan anggaran untuk mengoptimalkan strategi promosi wisata NTB ke pasar domestik dan internasional.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, memaparkan berbagai kegiatan promosi yang telah dilakukan selama enam bulan terakhir. Di antaranya promosi internasional melalui keikutsertaan di ajang MATTA Malaysia, promosi domestik dengan menyasar Jakarta dan Bali, peningkatan citra pariwisata melalui media massa, serta pembuatan video promosi wisata melalui lomba kreatif berbiaya rendah yang menghasilkan beberapa video terbaik dari 60 peserta.
Sahlan juga mengungkapkan bahwa untuk tahun 2025, BPPD akan kembali fokus pada Malaysia dan Australia sebagai target pasar internasional, serta melanjutkan promosi di Bali dan Jakarta.
Wakil Ketua BPPD NTB, Dewantoro, menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan event dan program promosi. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp 1 miliar. Sehingga diperlukan tambahan dukungan dana agar strategi pemasaran lebih optimal.
Sementara itu, Sekretaris BPPD NTB, L. Fatwir Uzali, melaporkan adanya kekosongan dua posisi anggota BPPD dari unsur maskapai dan PHRI. BPPD telah menyampaikan kondisi ini kepada Dinas Pariwisata NTB agar segera dilakukan pengisian, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Anggota BPPD NTB dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPPI), Badrun, menambahkan Lombok Travel Mart baru-baru ini berhasil menarik puluhan peserta dari Malaysia serta perwakilan provinsi se-Indonesia, menunjukkan potensi besar wisata NTB.
Sekda NTB, Drs. H.L. Gita Ariadi, menyambut baik kehadiran jajaran BPPD NTB dan memberikan beberapa arahan strategis. Antara lain mendorong BPPD untuk tetap bergerak dengan filosofi bersepeda, yaitu terus aktif meskipun anggaran terbatas.
Sekda meminta BPPD mengajukan surat resmi ke Gubernur NTB dengan tembusan ke Sekda dan Kadispar NTB terkait pengisian anggota yang kosong, serta menyiapkan konsep promosi yang mendukung visi “NTB Makmur Mendunia.”
Sekda juga mendorong BPPD membangun komunikasi dengan Kapolda NTB untuk mendapatkan dukungan dalam penyelenggaraan event, serta bersama asosiasi pelaku industri wisata menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pusat yang membatasi penyelenggaraan event di hotel karena berdampak besar pada ekonomi daerah.
Selain itu, Sekda menegaskan pentingnya peran media sebagai corong promosi dan mendorong BPPD untuk menjadikan seluruh pelaku wisata sebagai agen promosi dengan membuat konten visual (foto/video) yang dapat dipublikasikan secara luas melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Sekda NTB juga meminta agar BPPD menciptakan program apresiasi seperti penghargaan “Top 10 Picture” setiap bulan untuk konten terbaik tentang pariwisata NTB. Hadiah berupa voucher kamar hotel, produk UMKM, atau insentif lainnya dapat menjadi pemacu semangat promosi yang lebih luas.
Menanggapi arahan Sekda, Anggota BPPD NTB dari unsur pers, H. Abdus Syukur, menegaskan media akan terus memainkan peran penting dalam promosi wisata. Pihaknya siap bersinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat branding NTB sebagai destinasi unggulan.
Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, BPPD NTB optimistis dapat terus meningkatkan daya tarik wisata daerah melalui strategi promosi yang lebih kreatif, efisien, dan berbasis digital. (red)
Keterangan Foto:
Pengurus BPPD NTB ketika audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H.L. Gita Ariadi, M.Si, Rabu (19/03/2025). (ist)