Putra Budaya NTB 2024 Tak Dapat Dukungan, Ini Penjelasan BPPD NTB

MATARAM (NTBNOW.CO) – Lalu Satria Wangsa, seorang warga NTB, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB dan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait kurangnya dukungan bagi generasi muda yang membawa nama daerah di tingkat nasional.

Kekecewaan ini muncul setelah anaknya, yang terpilih sebagai Putra Budaya NTB 2024, tidak mendapatkan bantuan dari BPPD, Bank NTB, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB untuk biaya keberangkatan ke Grand Final tingkat nasional di Palu.

Ia mempertanyakan apakah peran BPPD dan Pemda hanya sebatas mempromosikan pariwisata, atau juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung anak-anak daerah yang berprestasi di tingkat nasional.

Lalu Satria Wangsa mengaku telah menghubungi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, namun hanya mendapat dukungan berupa surat rekomendasi. Hal ini dikarenakan anggaran kepemudaan yang terbatas, yakni hanya Rp 60 juta per tahun.

Menanggapi hal ini, Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa memberikan bantuan jika terdapat pos anggaran yang tersedia.

“Kami tidak bisa mengeluarkan anggaran jika tidak ada posnya, karena hal tersebut dapat melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sahlan juga menekankan bahwa permohonan dukungan sebaiknya diajukan 8-10 bulan sebelumnya, agar dapat dialokasikan dalam tahun anggaran yang sesuai.

Kasus ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai peran dan tanggung jawab Pemda dalam mendukung generasi muda yang berprestasi di tingkat nasional. (red)