FAI Berkomitmen Bantu Pendidikan Anak Yatim dan Dhu’afa  

Penasehat FAI Ichsanuddin Noorsy (tengah) dan Aat Surya Safaat (kanan) serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Didin Syahrudin Sukeni (kiri) usai diskusi internal di Jakarta baru-baru ini (Foto: Dok. FAI)

JAKARTA (ntbnow.co)– Wartawan Senior Aat Surya Safaat menyatakan bersyukur saat ini sudah banyak alumnus penerima beasiswa Forum Akademisi Indonesia (FAI) yang mandiri dan berkiprah di dunia kerja sehingga kesuksesan mereka bisa memotivasi anak-anak kurang mampu untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jelang usianya yang ke-11 FAI tetap berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhu’afa agar kiprah mereka nanti bisa bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata mantan Kepala Biro Kantor Berita Antara New York yang juga Penasehat FAI itu di Jakarta, Minggu (22/3).

Jurnalis senior yang saat ini mendapat amanah sebagai Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PWI itu mengemukakan keterangan tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI yang digelar dalam rangkaian acara menyambut HUT ke-11 forum akademisi tersebut.

FAI itu sendiri adalah wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Deklarasi pembentukan forum tersebut dilakukan di Jakarta pada 23 Mei 2015.

Selain Aat, Penasehat FAI adalah Dr. Ichsanuddin Noorsy (Ekonom Senior), Dr. Intan Syah Ichsan (Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen), dan Abdullah Hehamahua (mantan Penasehat KPK).

“Para akademisi FAI menginspirasi masyarakat supaya memberi perhatian bagi kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhu’afa di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja,” kata Aat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri FAI Didin Syahrudin Sukeni mengemukakan, selain peduli terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu, FAI ke depan akan terus memberi perhatian terhadap isu-isu besar yang menyangkut kepentingan publik dengan berbasis kajian akademis.

“Seperti yang sudah dilakukan selama ini, FAI perlu terus fokus membahas dan mencari solusi atas masalah-masalah besar yang menjadi kepentingan atau kekhawatiran publik seperti masalah korupsi, narkoba, dan pengangguran,” katanya.

Didin lebih lanjut menekankan arti pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di tengah masih banyaknya permasalahan besar seperti korupsi, narkoba, dan pengangguran.

Sementara itu, Sekjen FAI Eni Heni Hermaliani mengemukakan, pengurus FAI menjelang akhir Ramadhan lalu menyelenggarakan program “Berbagi Ramadhan” bersama sejumlah anak yatim piatu dan dhu’fa di Jakarta sebagai wujud kepedulian para akademisi untuk berbagi dengan anak-anak dari kalangan tidak mampu.

Disebutkan, FAI selama ini juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan secara selektif kepada anak-anak yatim piatu dan dhu’afa agar mereka tetap semangat untuk terus belajar sehingga keberadaannya kelak kian bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sekjen FAI berharap pemberian beasiswa dapat terus berjalan dengan bantuan para stakeholder pendidikan, dunia usaha, dan para donatur agar putera-puteri dari kalangan anak yatim piatu dan dhu’afa itu menjadi cerdas dan berintegritas.

Ia juga mengemukakan, segmentasi penerima beasiswa FAI itu sendiri adalah jenjang pendidikan tingkat SD, SMP, SMU, dan Pesantren, sedangkan untuk mahasiswa diwajibkan memiliki IPK minimal 3,0.

“FAI juga akan terus membantu para pelajar dan mahasiswa yang beragama Islam supaya mereka bisa dan mahir membaca Kitab Suci Al-Quran,” katanya, menambahkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *