Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Ramadhan. Pemprov dan Polda NTB Pastikan Kondusif 

CEK KESIAPAN PERSONIL: Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Polda NTB, TNI Jajaran mengecek kesiapan personil Polri untuk kamtibmas selama bulan suci Ramadan. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Cegah gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama bulan suci Ramadan. Pemerintah Provinsi NTB bersama jajaran TNI-Polri memastikan pengamanan selama bulan suci Ramadan.

Komitmen itu ditegaskan seusai apel siaga kamtibmas yang digelar oleh Polda NTB dan dihadiri unsur Forkopimda, Senin 23/2.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan apel tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjaga ketertiban masyarakat. Hasil konsolidasi bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah menyimpulkan situasi NTB dalam kondisi kondusif menjelang dan selama Ramadan.

“Tujuannya satu, memastikan kesiapsiagaan dalam menjaga kamtibmas selama bulan Ramadan ini,” ujarnya usai apel

Menurutnya, setiap derah perlu diantisipasi potensi ganguan keamanan lainnya seperti balapan liar, petasan berbahaya, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba serta potensi konflik sosial yang harus ditindak cepat, tegas namun tetap humanis.

Iqbal menegaskan stabilitas keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, berkomitmen menjaga kondusivitas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman sepanjang Ramadan.

“Tidak ada instansi yang bekerja sendiri-sendiri. Saat ini eranya kolaborasi bukan kompetisi. Kolaborasi TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan daerah,” ungkapnnya.

Kapolda NTB Edy Murbowo mengaku, hingga kini belum ada jenis kejahatan yang menjadi atensi khusus selama Ramadan. Meski begitu, kepolisian tetap meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan aktivitas masyarakat.

“Kita ingin memastikan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum yang menjadi lokasi aktivitas remaja harus aman,” katanya.

Edy juga mengingatkan para remaja agar mengisi waktu selepas sahur dan malam hari dengan kegiatan positif. “Kalau memang tidak ada manfaatnya, lebih bagus diganti dengan kegiatan tadarus dan kegiatan keagamaan lain,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan fokus pengamanan diarahkan pada tempat ibadah, pusat niaga, dan titik-titik keramaian masyarakat selama Ramadan berlangsung.

“Yang jelas kami menyiapkan strategi pengamanan secara preemtif, preventif, hingga penegakan hukum,” imbuhnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *