NTB Menyulam Pesona Menjemput Dunia

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, MM menetapkan arah baru pembangunan sektor pariwisata. Sektor unggulan ini kini diarahkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia.”

Pasangan Iqbal-Dinda menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor strategis dalam “Sapta Cipta NTB”, yakni tujuh misi pembangunan daerah yang menjadi kompas pembangunan lima tahun ke depan. Pariwisata NTB didorong untuk lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif di tingkat global.

Pemerintah Provinsi NTB akan memperkuat pengembangan destinasi wisata utama seperti Gili Tramena, Mandalika, Taman Nasional Rinjani, Teluk Saleh, Pulau Moyo, hingga Gunung Tambora. Semua kawasan tersebut akan dikembangkan secara terintegrasi dengan peningkatan infrastruktur, layanan dasar, dan konektivitas. Di samping itu, diversifikasi produk wisata juga menjadi prioritas, seperti wisata halal, wisata bahari, wisata petualangan, hingga wisata berbasis budaya lokal.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya mengangkat budaya lokal Sasak, Samawa, dan Mbojo sebagai daya tarik utama. Festival-festival seperti Bau Nyale, Tambora Menyapa Dunia, dan Festival Tenun akan diperkuat untuk memikat wisatawan domestik dan mancanegara. “Budaya adalah wajah kita. Ketika wisatawan datang, mereka harus merasakan keunikan NTB yang tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.

NTB juga akan mempertahankan dan memperkuat predikat sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia. Program sertifikasi halal untuk hotel, restoran, dan biro perjalanan akan dilanjutkan. Pemerintah juga mendorong pengembangan wisata religi dan wisata edukatif yang ramah Muslim.

Transformasi digital akan menjadi kunci utama peningkatan layanan dan promosi pariwisata. Pemprov NTB akan meluncurkan aplikasi wisata terintegrasi yang memuat informasi destinasi, rute, reservasi, hingga pembayaran digital. Fitur virtual tour dan pemetaan digital juga disiapkan agar wisatawan bisa merasakan pengalaman awal sebelum datang langsung. Promosi juga akan ditingkatkan melalui media sosial, kampanye kreatif, serta kolaborasi dengan influencer dan media internasional.

MotoGP Mandalika tetap menjadi ikon utama promosi NTB. Pemerintah akan memanfaatkan event tersebut untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan kawasan wisata lain di sekitarnya. Selain itu, NTB juga akan menjadi tuan rumah event budaya, olahraga, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). “Event besar harus membawa dampak nyata ke ekonomi lokal. Ini momentum membangun citra NTB sebagai destinasi kelas dunia,” kata Iqbal.

Pemerintah menargetkan pariwisata yang inklusif. Masyarakat lokal akan dilibatkan aktif sebagai pemandu wisata, pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga pengisi event budaya. Pelatihan dan pendampingan akan diperluas agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga sekitar destinasi.

Strategi diplomasi pariwisata juga diperkuat melalui kerja sama dengan KBRI, KJRI, serta partisipasi dalam travel fair internasional seperti ITB Berlin dan WTM London. Pemerintah juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan lokal.

Pemprov NTB akan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata seperti perluasan Bandara Internasional Lombok, peningkatan akses jalan ke destinasi wisata, serta perbaikan pelabuhan dan dermaga penyeberangan. Semua ini ditujukan agar mobilitas wisatawan semakin mudah dan nyaman.

Dengan arah pembangunan baru ini, NTB di bawah kepemimpinan Iqbal-Dinda menargetkan loncatan besar dalam sektor pariwisata. Tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tapi juga menjadikan NTB sebagai destinasi yang ramah lingkungan, inklusif, berdaya saing, dan mendunia.

Keterangan Foto:

Gubernur Dr. Lalu Muhammad Iqbal. (ist)

Redaksi NTBNOW.CO

Sumber: Wawancara, Dokumen Resmi Pemprov NTB, Biro Adpim, dan Paparan Misi Gubernur NTB 2025–2030