Bidik Wisatawan Timur Tengah, NTB Jual Wisata Premium

KUNJUNGAN : Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan media massa, influencer, dan agen perjalanan dari UEA di Mataram. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)– Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai membidik pasar wisatawan Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara kawasan Teluk. Tak sekadar mengandalkan keindahan pantai, Pemprov NTB menawarkan konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas untuk menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang selama berlibur di Lombok dan Sumbawa.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengembangan pariwisata NTB tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan. Pemprov ingin menghadirkan pengalaman liburan yang lebih berkesan sehingga wisatawan terdorong untuk tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

“Bali sudah sangat sukses dengan pariwisata massal. NTB memilih mengembangkan pariwisata berkualitas. Kami ingin menarik wisatawan, khususnya keluarga, yang mencari pengalaman berkesan, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak selama berlibur,” kata Iqbal usai menerima delegasi media massa, influencer, dan agen perjalanan dari UEA di Mataram, Kamis (15/10) kemarin.

Menurutnya, pasar negara-negara Teluk memiliki potensi untuk dikembangkan sejalan dengan karakter destinasi Lombok dan Sumbawa. Kedua pulau tersebut menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari pantai, wisata bahari, perbukitan, pegunungan hingga pengalaman budaya masyarakat lokal.

Ia menggambarkan Lombok sebagai serpihan surga yang jatuh ke bumi. Keunggulan lainnya adalah keragaman lanskap yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan, dari kawasan pesisir hingga perbukitan di sekitar Gunung Rinjani.

“Dalam waktu sekitar satu setengah jam, wisatawan bisa menikmati perubahan suasana dari kawasan pantai menuju perbukitan dan panorama pegunungan. Keragaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda,” jelasnya.

Namun, potensi alam tersebut perlu ditunjang akses transportasi yang memadai. Karena itu, Pemprov NTB tengah menyiapkan pengembangan konektivitas udara berbasis perairan melalui pesawat amfibi atau seaplane.

Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki itu menyebut, layanan tersebut direncanakan menjadi alternatif transportasi menuju sejumlah destinasi unggulan, termasuk Gili Trawangan dan Pulau Moyo. Pembangunan fasilitas pendaratan di sejumlah titik juga tengah disiapkan untuk mendukung rencana tersebut.

“Insya Allah akhir tahun ini kita akan mulai mengoperasikan penerbangan seaplane sipil reguler pertama di Indonesia yang mendarat langsung di atas air. Kita sedang menyiapkan dermaga pendaratan di sejumlah destinasi agar wisatawan bisa lebih mudah menjangkau pulau-pulau tujuan,” ungkapnya.

Selain aksesibilitas, kenyamanan wisatawan Muslim menjadi nilai tambah yang ditawarkan NTB kepada pasar Teluk. Mayoritas penduduk NTB beragama Islam, sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan dukungan lingkungan sosial, keramahan masyarakat, dan kekayaan kuliner lokal yang dekat dengan kebutuhan mereka.

Bagi Pemprov NTB, pengembangan pariwisata berkualitas harus berjalan seiring dengan peningkatan layanan, kemudahan akses, dan kesiapan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, belanja wisatawan diharapkan tidak hanya dinikmati pelaku industri besar, tetapi juga mengalir kepada UMKM dan masyarakat di sekitar destinasi.

Di sisi lain, Iqbal juga memaparkan peluang investasi energi baru terbarukan (EBT), termasuk pengembangan panel surya terapung di sejumlah bendungan. Potensi ini dinilai dapat mendukung pembangunan kawasan wisata yang lebih ramah lingkungan.

NTB juga mendorong kolaborasi promosi pariwisata bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, sinergi antardaerah akan memperluas pilihan perjalanan wisata sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Bali-Nusra di pasar internasional.

“Sekarang bukan lagi zamannya bersaing, melainkan berkolaborasi. Bali, NTB, dan NTT telah berkomitmen mengintegrasikan promosi pariwisata. NTB juga memiliki potensi energi surya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata hijau,” katanya.

Pemprov NTB berharap kunjungan tersebut menjadi pintu masuk untuk memperluas promosi Lombok dan Sumbawa di kawasan Teluk.

“Pengenalan destinasi melalui fam trip diharapkan berlanjut menjadi kerja sama konkret dengan media, agen perjalanan, dan pelaku industri pariwisata,” pungkasnya. (can)