LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)–Kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, terus memperkuat identitasnya sebagai destinasi pariwisata yang ramah bagi wisatawan muslim. Salah satunya melalui rebranding Masjid Nurul Bilad bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) berkolaborasi dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ITDC Ahmad Fajar mengatakan, kolaborasi tersebut tidak sekadar menghadirkan identitas baru, tetapi juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat di kawasan Mandalika.
“Semoga ini merupakan kolaborasi untuk memperkuat fungsi Masjid Nurul Bilad agar lebih berkah bagi jamaahnya, masyarakat sekitar, dan juga bagi kami yang berkantor di bawahnya,” ujar Ahmad Fajar, Sabtu 10/10.
Dia menjelaskan, kerja sama ITDC dan BSI juga mencakup peningkatan fasilitas masjid. Di antaranya penyediaan karpet serta perbaikan area penutup tempat wudu agar jamaah lebih nyaman saat beribadah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata Mandalika yang tidak hanya mengandalkan event internasional seperti MotoGP, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap.
“Kita ingin memberikan contoh bahwa pembangunan kehidupan di Mandalika bukan hanya adanya event MotoGP. Namun, kehidupan sehari-hari di sini juga harus semakin ramai,” tuturnya.
Ahmad Fajar menyebut, geliat pariwisata Mandalika mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Mulai dari tumbuhnya UMKM di Bazaar Mandalika hingga meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Kuta dan sekitarnya.
Dia berharap perkembangan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Lombok Tengah, termasuk melalui peningkatan kesempatan kerja dan pertumbuhan usaha lokal.
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, dukungan terhadap Masjid Nurul Bilad merupakan bagian dari komitmen perusahaan sebagai bank syariah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan spiritual, terutama di Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.
“Sebagai sahabat spiritual, Masjid Nurul Bilad menjadi penting bagi kami. Kami ingin bersama-sama dengan ITDC memastikan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengembangan pariwisata halal perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kenyamanan beribadah bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.
Selain mendukung rebranding Masjid Nurul Bilad, BSI juga menyatakan komitmennya membantu pemulihan 75 unit rumah di Dusun Sade yang sebelumnya terdampak musibah. Dukungan itu menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga warisan budaya lokal sekaligus membantu masyarakat.
Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah menyambut baik kolaborasi ITDC dan BSI tersebut. Dia berharap, kerja sama itu tidak berhenti pada pergantian identitas masjid, tetapi berlanjut pada program yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Yang diharapkan masyarakat tentu manfaatnya, termasuk tenaga kerja dan produk UMKM kita di Lombok Tengah,” katanya.
Dia menambahkan, perkembangan Mandalika mendorong transformasi ekonomi daerah, dari sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menuju penguatan pariwisata, perhotelan, restoran, serta olahraga berbasis wisata.
Ia menyebut, nilai investasi di Lombok Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 7,3 triliun. Sementara pada triwulan II 2026, realisasi investasi disebut telah mencapai Rp 2,7 triliun.
“Kami Pemerintah daerah, siap memfasilitasi pengembangan kerja sama yang mampu memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat,” pungkasnya. (can)












