LOMBOK TENGAH (NTBNOW.CO)–Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia Troy Reza Warokka angkat bicara terkait perdebatan antara marshal dan pembalap MotoGP Alex Rins di Sirkuit Mandalika. Troy menegaskan, petugas marshal telah menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pembalap yang membutuhkan transportasi di lintasan.
Menurutnya, perdebatan tersebut terjadi karena marshal meminta Alex Rins menggunakan mobil untuk meninggalkan area lintasan, sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, pembalap tersebut meminta agar segera diantar dan situasi sempat memanas.
“Buat saya, tidak ada yang salah dari tim marshal kami. Mereka tahu bahwa pembalap harus diangkut dengan mobil, bukan dengan motor. Itu sudah sesuai aturan,” tegas Troy.
Dia menjelaskan, marshal sempat mengingatkan Alex Rins bahwa prosedur penanganan pembalap di lintasan tidak memperbolehkan penggunaan sepeda motor. Perbedaan pandangan itu kemudian memunculkan perdebatan yang terekam dan beredar di media sosial.
“Marshal berdebat karena mengingatkan, ini tidak boleh, SOP-nya harus pakai mobil. Kemudian karena perdebatan itu, pembalapnya memilih naik motor. Ya sudah, yang penting kita menjalankan tugas,” ujarnya.
Troy menepis anggapan bahwa insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi. Dia memastikan petugas tetap berpegang pada ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara. “Tidak ada miskomunikasi. Lebih ke perdebatan antara mereka mengenai SOP. Yang satu meminta segera diantar, sementara marshal mengingatkan bahwa prosedurnya harus menggunakan mobil,” jelasnya.
Meski demikian, Troy mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara terperinci mengenai kronologi kejadian tersebut. Dia menyebut evaluasi terhadap insiden itu telah dilakukan pada malam harinya.
Terkait respons Dorna, Troy mengatakan belum ada pembicaraan khusus yang diterimanya mengenai persoalan tersebut. Penyelenggara, kata dia, tetap berpedoman pada standar operasional dan ketentuan homologasi yang berlaku.
“Sejauh ini belum ada komentar dari Dorna. Kita mengikuti standar yang ada. Selama tidak ada komentar dan semuanya sesuai homologasi serta SOP, maka kita berjalan sesuai standar,” katanya.
Troy menegaskan, keselamatan dan ketertiban di area sirkuit tetap menjadi perhatian utama penyelenggara. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas marshal selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia berlangsung.
Dia juga memastikan pengamanan di sejumlah area sirkuit diperketat, terutama di akses menuju Royal Box. Penambahan petugas dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah tamu dan penonton pada hari-hari utama balapan.
“Kami menggandakan petugas pengamanan di masing-masing akses, termasuk menuju Royal Box. Semua harus lebih ketat. Saya pastikan siapa pun yang masuk tanpa tanda pengenal tidak bisa masuk,” tandasnya. (can)










