Soal Tambang Ilegal di Loteng, Bupati Pastikan Sudah Tutup Total 

Bupati Lombok Tengah, L Fathul Bahri. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Persoalan tambang ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah dipastikan sudah selesai dan di tutup total.

“Kan sudah di tutup,” kata Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri, Rabu 4/2.

Dia mengaku, saat ini pihaknya sudah memberikan sangsi tagas kepada para pelaku untuk penghijauan kembali. “Sudah kita berikan sangsi harus menanam, menghijaukan kembali,” akunya.

Bupati dua periode itu juga menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin bahkan tidak akan pernah menerbitkan izin untuk aktivitas tambang di Lombok Tengah.

“Bukit-bukit itu sudah tidak di kasih izin, kita sudah tegas, dan intinya kita perbaiki pelan-pelan, ” tegasnya.

Sebelumnya, terjadi longsor di area tambang emas ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah sehingga mengakibatkan korban jiwa.

Diketahui lokasi penambangan berada di kawasan hutan produksi milik Pemerintah Provinsi NTB dengan kondisi tanah yang sangat labil dan berisiko tinggi terjadi longsor.

Longsor terjadi saat penambangan tengah berlangsung. Sehingga sejumlah penambang mengalami luka-luka, bahkan satu orang dilaporkan mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Lantaran itu, Polsek Praya Barat Daya dan Pemda Lombok Tengah menutup tambang ilegal tersebut, penutupan dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap risiko yang ditimbulkan aktivitas tambang ilegal. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *