Kasus  

Mayat Pria Ditemukan Terombang Ambing Tanpa Busana Di Pantai Pantai Gading 

PENEMUAN MAYAT : Tim evakuasi memindahkan korban ke dalam kantong mayat untuk dibawa ke RS.Bhayangkara guna di lakukan proses visum dan identifikasi. (ist)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Mayat pria tanpa identitas ditemukan terombang-ambing ombak laut di Pantai Gading, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kondisi tanpa busana atau telanjang.

Penemuan mayat pertama kali diketahui seorang nelayan bernama Sadri (43) pada Kamis 22/1 pukul 06.00 wita. Saat itu saksi hendak mengecek kondisi cuaca serta situasi di sekitar pesisir pantai depan rumahnya dan melihat ada benda mencurigakan terombang ambing. M

“Saksi mendekat dan kaget ternyata mayat laki-laki tanpa busana, kemudian saksi merekam kejadian tersebut dalam bentuk video dan  segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat,” kata Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk, di Mataram.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Polsek Ampenan, tim identifikasi dan tim Sar Kota Mataram langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan selanjutnya melakukan evakuasi jenazah korban.

“Warga sekitar yang memindahkan mayat tersebut ke tepi pantai dengan menggunakan terpal agar tidak kembali terseret ombak laut,” ucapnya.

Kondisi korban sudah tidak bisa dikenali secara jelas, karena sudah membengkak. Dari kondisi tersebut dapat diduga korban terseret arus laut dan diperkirakan meninggal dunia sejak beberapa waktu yang lalu.

“Ada laporan dari tim Sar juga bahwa empat hari yang lalu ada warga Desa Sarage, Praya Barat atas nama Pawan, dikabarkan hanyut di sungai Melau, Dusun Mapasan dan di perkirakan jenazah yang di temukan ini merupakan warga yang di maksud,” ujar Majemuk.

Untuk memastikan identitas korban, unit Reskrim Polsek Ampenan melakukan koordinasi dengan unit identifikasi Polresta Mataram untuk  mengindentifikasi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Jenazah sudah di evakuasi Ke RS Bhayangkara dengan mobil Ambulance Rumah Sakit Bhayangkara untuk di lakukan Visum serta menunggu pihak keluarga,” imbuhnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *