Pesta Bakar Ikan Jadi Tradisi Rayakan Tahun Baru di Lombok 

PERAYAAN: Sejumlah warga Dusun Sepakek, Deaa Sepakek, Pringgarata, Lombok Tengah merayakan tahun baru berkumpul dengan kerabat dan keluarga dengan pesta bakar Ikan dan Gril. (susan)

MATARAM (NTBNOW.CO)–Pesta bakar ikan, ayam dan Ngegril jadi tradisi masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk merayakan malam pergantian tahun atau tahun baru.

Tidak ada tiup trompet, kembang api, atau trek-trekan di jalan raya, yang ada suara canda tawa bahagia. Tampak asap mengepul di beberapa rumah maupun kampung. Dengan cuaca cerah mendukung kegembiraan masyarakat merayakan momet sekali setahun itu.

Remaja, Anak-anak, orang dewasa semua mengambil bagian sambil ditemani iringan musik dari arah kiri kanan, depan belakang. Tidak ada yang merasa terganggu, semua bersuka cita.

Sejak sore, mereka  sibuk melakukan peran masing-masing, mempersiapkan bahan, membersihkan ikan, membuat sambel, mengipas bara api, memanggang ikan diselingi cengkrama dan canda sambil menunggu detik-detik pergantian tahun 2025 menyambut tahun 2026 di pukul 00.00. Wita.

Kurang dari jarak beberapa meter, ada keluarga lainnya yang juga merayakan acara tahun baru 2026 dengan hal yang sama.

Linda Yani, warga Dusun Sepakek, Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah mengatakan, bakar ikan dan berkumpul bersama kerabat dan sanak saudara sudah menjadi tradisi setiap perayaan tahun baru.

“Kami memilih bakar ikan dan berkumpul sama kerabat saja, itu adalah opsi yang lebih baik dari pada keluar rumah, terlalu ramai,” katanya.

Begitupun dengan Ahmad Zaini yang mengaku sudah merencanakan perayaan tahun baru sejak sebulan sebelumnya. “Ini sudah direncanakan sejak lama,”  ungkapnnya.

Selain murah meriah juga menjadi ajang silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga, teman, dan orang-orang terdekat. Bakar-bakar, terutama yang dilakukan di luar ruangan, menciptakan suasana hangat dan akrab.

“Alhamdulillah dengan berkumpul begini juga kita mempererat silaturahmi anatara orang-orang terdekat dan tetangga,” akunya.

Sebelumnya Gubernur (NTB) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tidak ada perayaan malam pergantian tahun ini merupakan bentuk rasa solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana baik yang terjadi di NTB maupun nasional seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Tidak perlu ada pesta tahun baru, apalagi ada warga kita tertimpa bencana di NTB maupun nasional, diganti dengan Zikir bersama,” ujarnya.

Serupa, di Kota Mataram juga perayaan tahun baru dengan zikir bersama digelar di Pendopo Wali Kota dan masjid/mushola, mengajak warga untuk berintrospeksi dan berdoa, bukan berpesta.

“Tidak ada pesta kembang api, yang ada hanya zikir bersama, demi menjaga empati dan keamanan bersama,” ujar Walikota Mataram Mohan Roliskana.

Aparat Keamanan (Kepolisian) juga Siaga di wilayah masing-masing untuk memastikan keamanan kegiatan mandiri warga dan mengantisipasi potensi gangguan. Sigap patroli ditempat- tempat keramaian. Mereka tampak berkeliling memantau hingga pukul 00.00 Wita.

“Polda NTB dan jajaran siaga melakukan patroli memastikan tidak ada gangguan di tempat-tempat keramaian,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan, baik di jalan raya maupun di ruang publik, agar perayaan malam tahun baru dapat berjalan aman dan kondusif.

“Bagi masyarakat yang berencana mendatangi pusat-pusat keramaian, agar tetap tertib serta mematuhi arahan petugas di lapangan, demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” imbuhnya. (can)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *