MATARAM– Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB hingga saat ini masih terus mendalami kasus kematian Brigadir Esko Faska Rely anggota Polres Lombok Barat yang ditemukan meninggal dunia di perkebunan warga Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada Minggu 24/8 siang lalu.
Direktur Ditreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan saat tersebut masih tahap penyelidikan dan masih menganalisa sesuai dengan keterangan saksi.
“Sampai saat ini kita sudah periksa 23 orang saksi termasuk rekan kerja di Polsek Sekotong, istri almarhum, pamannya dan mertua yang menemukan di lokasi kejadian,” katanya, Jumat 29/8.
Dia menyebutkan, selain mendalami dari keterangan saksi, pihanya juga akan bekerjasama sama dengan pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim untuk membuka handpone korban serta provider untuk memastikan siapa saja yang berkomunikasi dengan korban.
“Hpnya korban kita analisa, kita sudah kirimkan ke Lebfor Bareskrim, mudah-mudahan ada titik terang, kita tunggu hasilnya,” ungkapnya.
Syarif menyebutkan, untuk hasil visum ditemukan ada bekas luka dibagian leher korban. “Ada dugaan penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia,” ungkapnya.
Namun pihaknya meminta waktu untuk mengungkap kasus tersebut secara maksimal. “Ini menjadi atensi juga, apa yang kita lakukan ini menjadi titik terang untuk semua, mohon waktu untuk mengungkap semua ini,” pintanya.
Sebelumnya, penemuan jenazah berawal dari seorang warga, 50 tahun, yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumahnya sekitar pukul 11.30 WITA. Saat menyisir area tersebut.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.
Hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam. (can)