Abdus Syukur*
PEMERINTAH telah menetapkan kebijakan pemotongan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen. Untuk menyikapi kebijakan ini, sektor pariwisata memerlukan langkah-langkah strategis agar dampaknya tidak menghambat perkembangan pariwisata di Indonesia.
Berikut sejumlah strategi yang dapat diterapkan oleh sektor pariwisata.
Optimalisasi pemasaran digital menjadi salah satu fokus utama. Sektor pariwisata dapat mengalihkan fokus ke pemasaran melalui media sosial, platform online, serta kolaborasi dengan influencer. Pemasaran digital ini dapat menjangkau audiens yang luas dengan biaya lebih efisien, tanpa ketergantungan pada perjalanan dinas.
Selain itu, kolaborasi dengan pihak lokal juga dapat dimaksimalkan. Sumber daya lokal dan biro pariwisata di daerah bisa digunakan untuk promosi pariwisata. Kolaborasi ini tidak hanya menekan anggaran perjalanan, tetapi juga memperkuat peran masyarakat setempat dalam mengembangkan pariwisata lokal.
Pemanfaatan teknologi virtual juga menjadi alternatif yang efektif. Teknologi virtual, seperti webinar, tur virtual, atau rapat daring, dapat menggantikan kebutuhan perjalanan dinas. Dengan cara ini, sektor pariwisata tetap bisa berkoordinasi dan melakukan promosi secara efektif, tanpa harus bertemu langsung.
Sinergi dengan pelaku usaha, seperti hotel, restoran, atau agen perjalanan dalam kampanye bersama, bisa menjadi solusi mengurangi anggaran perjalanan dinas. Sinergi ini memungkinkan mereka menjadi perpanjangan tangan dalam mempromosikan pariwisata di berbagai destinasi.
Promosi wisata lokal dan domestik juga dapat diarahkan lebih kuat. Mengarahkan kampanye kepada wisatawan lokal dan domestik menjadi alternatif yang efektif. Kampanye wisata lokal ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga memperkuat pasar pariwisata dalam negeri yang potensinya besar untuk menopang keberlanjutan pariwisata.
Peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur juga perlu menjadi perhatian. Penggunaan anggaran yang tersedia untuk peningkatan layanan dan infrastruktur, seperti kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung, akan memberikan dampak jangka panjang pada kualitas pariwisata.
Langkah ini lebih berkelanjutan dibandingkan mengutamakan anggaran perjalanan dinas.
Dengan strategi-strategi di atas, sektor pariwisata tetap bisa memaksimalkan promosi dan pengembangan destinasi meski ada pemotongan anggaran perjalanan dinas. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya tarik destinasi wisata Indonesia di mata wisatawan lokal dan mancanegara. (anggota BPPD*/berbagai sumber)
Ilustrasi gambar: bing.com












