MATARAM (NTBNOW.CO)– Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang pendaki asal Malaysia di Gunung Rinjani.
Hal ini disampaikan langsung Wakil Ketua BPPD NTB, Dewantoro Umbu Joka kepada Akashah, putra almarhum korban.
“Atas nama Kepala Dinas Pariwisata NTB dan BPPD, kami menyampaikan salam dan turut berduka cita atas musibah ini,” ujar Dewantoro, Senin (5/5).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pendaki asal Malaysia bernama Rannie Bin Abdul Ghani (57) ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Banyu Urip, Torean, kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Utara. Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Minggu, 4 Mei 2025.
Saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Mataram untuk proses perawatan jenazah, termasuk pemandian. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai AirAsia pada Senin sore (6/5), kemudian akan dilanjutkan ke Johor Bahru, Malaysia.
Dewantoro juga menjelaskan bahwa seluruh proses evakuasi korban dari lokasi kejadian hingga ke RS Bhayangkara ditanggung oleh asuransi lokal. Sementara itu, biaya pengiriman jenazah ke luar negeri—termasuk kargo pesawat—akan ditanggung oleh pihak asuransi Malaysia, dan selanjutnya akan diganti (reimburse) oleh pihak keluarga sesuai keterangan anak korban. Maskapai AirAsia turut memberikan dukungan dalam proses pengiriman jenazah.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah membantu, termasuk Basarnas dan AirAsia yang telah sigap menangani proses pemulangan jenazah,” pungkas Dewantoro. (red)
Keterangan Foto:
Wakil Ketua BPPD NTB, Dewantoro Umbu Joka menemui Akashah, putra almarhum korban. (ist)
